Mutiara Hadits
Home Artikel Islam Spirit Ramadhan Menahan Diri Dari Perbuatan Buruk
Menahan Diri Dari Perbuatan Buruk PDF Cetak E-mail

Perbuatan buruk pada saat kapan dan dimana saja, benar-benar tidak menguntungkan, sebab ia merupakan investasi keburukan yang ketika keburukan tersebut ditabung, maka akan menjadi tabungan energi negatif. Dan ketika sudah demikian, pada gilirannya akan menutup lubang dan pori-pori hidayah ke dalam diri kita. Energi negatif akan berkembang menjadi virus-virus kebatilan yang mampu menggerogoti amal kebajikan kita. Bagi seorang muslim yang biasa melaksanakan shlat dhuha atau tahajjud (misalnya), ketika terkena virus atau energi negatif, maka ia akan malas untuk melakukan ibadah sunnah tersebut, bahkan jika ia bangun malam dengan menggunakan alarm atau jam beker, biasanya tangan akan bergerak secara reflek untuk mematikan alarm yang telah kita pasang sendiri. Pintu-pintu keburukan pada diri manusia yang paling utama adalah panca indra atau lima atau perasa manusia, ditambah kaki dan kemaluan manusia. Namun sumber utamanya tetap yang sangat sering adalah panca indera. Pintu keburukan awalnya sering datang melalui pandangan mata, pendengaran telinga, aroma farfum yang dihirup oleh hidung atau bahkan yang diraba dan diremas oleh tangan kita. Dari panca indera inilah kemudian syaraf kita mengirimkan informasi pada kemaluan kita, sehingga ketika ia menangkap informasi tersebut, iapun bangkit perlahan tapi pasti, dan langkah berikutnya, kaki diminta untuk melangkah. Astafhfirullah.
Maka benarlah ketika Al-Qur’an mengajarkan untuk menundukkan pandangan dalam arti mengatur cara kita menggunakan mata yang merupakan amanah Allah SWT. mata memang ada di tubuh kita, sebagaimana juga hidung, tangan atau bahkan tubuh kita, akan tetapi ia bukanlah milik kita, melainkan amanat Allah SWT pada kita, untuk kita gunakan sesuai dengan kehendak Dzat yang maha kuasa.
Lihatlah Allah SWT Berfirman,

Katanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang merka perbuat”
Katakanlah kepada wanita yang beriman: ”Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiansannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putera-putera saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan jangnlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasn yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nur[24]:30-31)

Kiat menahan diri dari perbuatan buruk
1.    Tundukkan pandangan
2.    Jangan diam sendirian.
Seekor harimau (syetan) hanyua akan memangsa rusa yang terpisah dari kelompoknya.
3.    Jika terpaksa sendirian, jangan berhenti Dzikir dan mengingat Allah
4.    Hindari melamun
5.    Ingat dan katakan ”Saya sedang berpuasa”
Saat dicaci atau dicemooh seseorang atau mungkin terbesit untuk melakukan  keburukan yang dilarang Allah SWT, katakanlah ”Saya sedang berpuasa”

Rasulullah SAW bersabda,
”Dari Abu Hurairah RA seraya berkata, Rasulallah SAW bersabda, ketika kalian berpuasa, maka janganlah mengeluarkan kata-kata kotor/jorok, dan jangan berlaku bodoh, kalau ada seseorang mencacimu, maka katakanlah ”Saya sedang berpuasa”Saya sedang puasa” (HR Muslim)


 
Artikel Lainnya
RocketTheme Joomla Templates