|
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali Imran 3 : 14)
Investasi Emas Sesuai Maqasid Syariah
Sumber : www.pengusahamuslim.com Penulis : Mohamad Ihsan Palaloi
Sudah ada kesepakatan bahwa emas adalah logam mulia yang dipersepsikan bernilai di seluruh dunia. Nilainya tidak berubah dari dahulu hingga sekarang. Emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh kebutuhan manusia.
Emas juga mempunyai manfaat emosional untuk dinikmati keindahannya. Nilai keindahannya berpadu dengan harganya yang menarik sehingga jadilah emas sebagai sarana untuk mengekspresikan diri, dan emas telah menjadi simbol status diberbagai sub kultur masyarakat Indonesia.
Nilai keindahannya ini sudah tersurat dalam Q.S Ali Imran ayat 14 "Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita-wanita, anak-anak, emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah dan ladang". Jelas sudah bahwa Emas ternyata diurutkan pada urutan ketiga , setelah investasi istri sholehah dan investasi anak sholeh/sholehah.
Dan buah pemikiran dari ekonom syariah yang juga pemikir islam Ibnu Khaldun telah berpesan tentang emas ini dalam Muqaddimah : " Allah menciptakan dua logam yaitu emas dan perak sebagai ukuran nilai bagi semua akumulasi modal. Emas dan perak adalah sesuatu yang dianggap oleh penduduk bumi sebagai kekayaan dan harta berdasarkan preferensi mereka. Walaupun dalam kondisi tertentu terdapat hal-hal lain juga yang dicari, tetap hanya tujuan akhirnya adalah mendapatkan emas dan perak. Semua Komoditi tergantung pada fluktuasi pasar, sedangkan emas dan perak dikecualikan dari fluktuasi pasar. Keduanya merupakan basis bagi keuntungan, kekayaan dan perbendaharaan.".
Pesan emas di dalam Quran dan buah pemikiran Ibnu Khaldun ini telah terbukti saat ini dengan ditandai oleh pergerakan harga emas yang semakin bersinar. Berikut harga emas dari tahun 2000 hingga sekarang : | Tahun | Harga Emas (dalam $/troy Ounce) | 31 Desember 2000 31 Desember 2001 31 Desember 2002 31 Desember 2003 31 Desember 2004 31 Desember 2005 31 Desember 2006 31 Desember 2007 29 Pebruari 2008 17 Maret 2008
| $274.45 $276.50 347.20 416.25 435.60 513.00 632.00 833.75 971.50 1,033.00
|
Emas sebagai salah satu produk yang tua dan sudah tidak perlu dibantahkan lagi karena sudah teruji ribuan tahun dan telah diaplikasikan oleh pelaku usaha dalam setiap zaman. Untuk itu kiranya kita perlu mengkonversi produk-produk yang kurang tahan krisis kepada produk-produk yang tahan krisis salah satunya adalah investasi emas. Investasi emas adalah investasi/simpanan dalam bentuk emas perhiasan, koin emas, emas batangan atau emas pisik lainnya dengan tujuan menjaga nilai asset dari penyakit ekonomi yaitu inflasi dan deflasi. Dalam investasi emas bukanlah mencari capital gain / keuntungan secara mata uang tetapi menjaga nilai asset, karena emas adalah standar yang dipersepsikan bernilai seluruh dunia.
Investasi emas ini jelas sesuai dengan konsep-konsep Investasi syariah. Menurut teori investasi syariah terdapat 2 hal investasi secara garis besar yaitu : Investasi yang dikelola sendiri dan investasi yang dikelola/bergantung pihak ketiga. Investasi emas merupakan salah satu investasi yang dikelola sendiri dan tidak bergantung kepada kinerja pihak ketiga.
Emas dilihat oleh seluruh dunia sebagai standar nilai dan tidak mengherankan semua bermuara ke harga emas. Harga minyak naik maka akan berdampak ke harga emas. Pelemahan hard currency maka akan berdampak ke harga emas. Krisis pangan berdampak ke harga emas. Kenaikan pendapatan per kapita suatu negara akan berdampak ke harga emas. Ketegangan geopolitik berdampak ke harga emas.
Informasi krisis di balik dunia sana sudah sangat cepat diberitakan dan semakin cepat pula informasi tersebut mempengaruhi harga emas. Harga Emas yang tidak pernah tidak tidur menandakan bahwa kita perlu mencari produk ini sebagai alternatif investasi khususnya sekarang dalam menghadapi krisis global.
Emas merupakan salah satu early warning system (system peringatan dini) dari setiap kejadian ekonomi termasuk krisis yang terjadi sekarang ini. Dari harga emas ini terlihat arah investasi yang berhembus. Banyak pelaku usaha menjadikan harga emas ini sebagai suatu alat pengambil keputusan dalam berinvestasi.
Dalam investasi emas bukanlah mencari capital gain / keuntungan secara mata uang . Mempersepsikan capital gain dalam mata uang saat krisis sekarang ini bukanlah sesuatu yang ideal. Justru capital gain dalam bentuk emaslah riilnya capital gain. Contoh saat membeli faktor produksi equivalent 1 kg emas Logam Mulia dan saat menjual faktor produksi tersebut equivalent 1,5 kg emas Logam Mulia, maka riil capital gain adalah 0,5 kg emas logam mulia.
Untuk itu penulis menyarankan agar mulailah investasi emas dari mulai yang terkecil (1 gram emas Logam Mulia) dan mulai saat ini berinvestasi emas. Setelah itu lakukan penyimpanan dengan diniatkan investasi emas itu sebagai alat untuk beribadah atau diniatkan untuk membeli faktor produksi. Emas sebagai faktor produksi yang disimpan itu bukanlah sesuatu yang idle/sesuatu yang menganggur, justru investasi emas itu bisa dioptimalkan dengan transaksi Rahn/Gadai antar sesama muslim atau dengan menggunakan institusi seperti Pegadaian Syariah. Jika sudah saatnya melepas investasi emas pastikan investasi emas untuk ibadah atau untuk membeli faktor produksi dan hasil dari faktor produksi tersebut idealnya sisihkan kembali dalam investasi emas. Dan ingatlah bahwa ibadah adalah sesuatu yang sangat strategis , yang akan menjadikan manfaat ke seluruh makhluk. Semoga investasi emas kita menjadi sarana untuk beribadah dan terhindar dari kejahatan krisis. Jadilah investor emas yang juga menggerakkan sektor riil dan juga membayar zakat. Amin.
Kondisi Investasi Emas Indonesia 2008
Sumber : kemilau-investasi-emas.blogspot.com Penulis : Mohamad Ihsan Palaloi, pengamat investasi emas
Emas adalah instrumen ekonomi yang paling tua dan kekal sepanjang sejarah manusia. Emas dipersepsikan bernilai dan sangat disukai setiap zaman. Kedudukan emas yang istimewa di hadapan manusia bukan karena manusia yang menetapkannya, tetapi manusia mengikuti ketetapan dari Pencipta alam ini.
Firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 14 berbunyi "Dijadikan indah bagi manusia kesukaan kepada perempuan, anak laki-laki, harta yang tidak terbilang dari emas dan perak, kuda pilihan dan binatang ternak serta sawah dan ladang"
Jelas sudah bahwa kecintaan manusia kepada emas dan perak bukan tidak berdasar. Dan ayat ini pun telah menunjukkan kepada kita, umat yang baru lahir ini untuk mengikuti dan menjalankan urutan-urutan investasi yang dimulai dari investasi istri sholehah, investasi anak sholeh/ah dan yang ketiga investasi emas. Urutan-urutan ini pun bukanlah dari penulis tetapi juga dari yang menciptakan alam semesta ini. Dan jika ada teori/produk Investasi yang tidak didasarkan dengan Al Quran dan As Sunnah, maka bisa dibilang teori dan produk investasi tersebut tidak akan lama.
Berbicara investasi emas sangat berhubungan dengan ekonomi, politik, peradaban suatu zaman, teknologi , daya beli, budaya lainnya. Dan data menunjukkan bahwa semua bermuara ke emas dan harga emas. Ketegangan geopolitik , krisis ekonomi, krisis perbankan, naiknya pendapatan suatu negara, krisis energi, bencana alam, dan lainnya bermuara ke emas dan harga emas. Jadi semuanya bermuara ke emas dan harga Emas. Untuk itu perlu kiranya kita mengetahui hikmah dan kondisi emas & investasi emas khususnya di Indonesia.
1. Emas sebagai alat pembayaran yang paling utama di dunia ini dan cadangan Bank Central
Gubernur Bank Central Amerika Alan Greenspan (1999) mengatakan bahwa sampai saat ini emas merupakan alat pembayaran yang paling utama di dunia. Bisa dibayangkan , seorang gubernur Bank sentral negara terkemuka masih memandang bahwa emas merupakan alat pembayaran yang tidak akan terganti sampai kapanpun.
Namun sangat disayangkan fatwa dari Alan Greenspan ini tidak diindahkan oleh para Bank Central. Ini terbukti bahwa transaksi Bank Sentral (Official Transactions) dari tahun 1968 sampai sekarang lebih dominan adalah transaksi menjual emas. Ini menunjukkan bahwa mata uang yang dikeluarkan beberapa negara sudah tidak dibackup dan didampingi dengan emas.
Kondisi inipun terjadi di Indonesia dengan rupiah yang hanya dibackup dengan 1% emas. Bisa dibayangkan membeli komoditi yang strategis seperti emas dan minyak tentunya akan sulit direalisasi dengan sebuah kertas berwarna yang tidak dibackup dengan komoditi yang strategis. Penulis berpendapat bahwa "BUKAN HARGA BBMNYA YANG NAIK ATAU BUKAN HARGA EMASNYA YANG NAIK, MELAINKAN MATA UANGNYA YANG TIDAK PUNYA NILAI". Statement inilah yang harus banyak di-publish kepada masyarakat dan mahasiswa sehingga masyarakat yang diwakili oleh mahasiswa tepat untuk berekpresi dan tidak salah dalam menuntut keadilan. Salah jika mahasiswa mendemo BBM yang naik, tapi demolah mengenai mata uang yang semakin hari semakin tidak bernilai karena tidak dibackup oleh emas.
Memang kondisi akademisi Indonesia sangat disayangkan tentang pengetahuannya terhadap komoditi, komoditi strategis apalagi komoditi emas. Bisa dibayangkan seorang ekonom tidak mengerti akan emas, padahal emas adalah instrumen ekonomi yang paling tua dan paling stabil pada setiap zaman dan peradaban. Penulis sering berhadapan dengan ekonom yang mengatakan bahwa emas tidak bisa menjadi alat investasi dan statement-statement miring lainnya terhadap emas. Padahal alasan utama dari investasi emas adalah tidak disiplinnya mata uang dalam membackup dirinya dengan emas. Ketidakdisiplinan mata uang ini membuat harga emas menuju harga emas yang alami, seperti tabel berikut :
2. Emas sebagai Teknologi
Emas dipakai pada alat-alat elektronik karena emas bisa menjadi alat penghantar yang baik dibandingkan logam lainnya. Data menunjukkan bahwa banyak perusahaan pemulung dari negara produsen elektronik memburu emas ke negara konsumen elektronik. Perusahaan pemulung yang memburu barang elektronik bekas gencar memburu elektronik seperti handphone & kartu SIM-nya, komputer dan barang elektronik yang di dalamnya terdapat emas.
Berikut data dari negara-negara yang menggunakan emas sebagai teknologi khususnya barang elektonik pada tahun 2006 : (Dalam ratusan ounces)
Negara
| Emas untuk Pabrik Elektronik
| Total Penggunaan Emas untuk Pabrikasi | India Italia Amerika Jepang German Inggris Perancis Swiss Spanyol
| 2.500 30 740 2.950 215 275 98 140 10 | 9.700 10.200 7.200 5.230 1.285 1.290 1.057 1.140 736 |
Data diatas menunjukkan bahwa Jepang lebih dominan menggunakan emas untuk elektronik dibandingkan negara lainnya. Terlepas dari data tersebut, Penulis pernah menanyakan kepada seorang Akademisi Metalurgi tentang Emas. Akademisi pun menjawab bahwa emas dibahas saat kuliah hanya 2 paragraf. Kesimpulan sementara Penulis adalah akademisi baik dalam bidang ekonomi maupun dalam bidang logam tidak mengerti akan emas dan menyimpulkan bahwa pemulung lebih mengerti akan emas. Ironis memang, Indonesia sebagai penghasil emas terbesar ketujuh dunia dan sebagai negara yang mempunyai kandungan emas terbesar dunia, namun masyarakat dan akademisinya yang tidak mengerti emas.
3. Emas sebagai Perhiasan dan sebagai alat Investasi serta Barometer Peradaban
Secara global, 70 % penggunaan atau demand emas adalah untuk pabrik perhiasan. Dan China sudah mem-publish dirinya sebagai negara produsen perhiasan terbesar dunia mengalahkan Perancis, India , Australia dan negara lainnya. Di setiap pameran budaya di beberapa negara yang masyarakatnya apresiasi terhadap emas lebih dominan memamerkan emas dibandingkan dengan produk-produk lainnya. Ini tidak terlepas dari daya beli masyarakatnya dan inisiatif masyarakat negara tersebut untuk belajar dan apresiasi terhadap emas.
China memproduksi perhiasan secara besar-besaran dan mengekspor ke berbagai negara konsumen perhiasan. Dengan menggunakan 1 mesin produksi perhiasan, namun menghasilkan 2 produk yang berbeda nilainya yaitu Produk Perhiasan Emas dan Produk Perhiasan Non Emas dengan kualitas yang sama. Kedua produk perhiasan tersebut diminati oleh negara konsumen perhiasan. Negara konsumen perhiasan emas seperti India, Thailand, Dubai dan negara penghasil minyak lainnya. Sedangkan negara konsumen perhiasan non emas salah satunya adalah Indonesia. Maka tidak heran sekarang ini perhiasan yang dipakai oleh wanita-wanita Indonesia adalah perhiasan yang tidak bernilai, dan bahkan tidak jarang plastik dan karet digunakan untuk perhiasan. Namun berbeda dengan Suku Madura, Bugis, Batak, Padang serta suku lainnya yang masih mempertahankan emas sebagai perhiasan dan investasi di setiap kondisi ekonomi Indonesia.
Di sisi lain, penulis melihat profesional muda yang terbiasa berinternet sudah mulai sadar akan emas dan investasi emas. Ini terbukti dengan makin banyaknya profesional muda antri untuk membeli Emas Logam MULIA di PT Aneka Tambang Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam MULIA walaupun sempat diberlakukan inden karena banyaknya permintaan pembelian emas logam mulia untuk investasi. Memang semakin terbukanya informasi secara global, maka secara global, institusi dan individu akan mencari nilai melalui mesin pencari informasi. Salah satu nilai itu terdapat pada emas. Alasan kedua inilah yang menjadi dasar untuk berinvestasi emas walaupun hanya 1 gram emas Logam Mulia.
Kesimpulannya adalah adanya kondisi individu dan negara yang sudah sadar sejak tahun 1930 untuk mempelajari emas dan investasi emas dan adanya kondisi individu & negara yang belum mengerti akan emas dan investasi emas. Kesenjangan ini pulalah yang akan terjadi pada masyarakat kita kedepan jika edukasi tentang emas dan investasi emas tidak merata melalui pendidikan.
Ketiga hikmah diatas merupakan bagian dari hikmah-hikmah dan pesan di balik emas dan investasi emas.. Besar harapan, emas dan investasi subur di Indonesia sehingga Indonesia baik masyarakatnya dan akademisinya maupun negaranya lebih dihormati oleh bangsa-bangsa dan negara lainnya. Selamat berinvestasi emas & selamat mempelajari kembali emas.
|